Kamus Mahasiswa Logo
Beranda/Ranking Kampus/Universitas Airlangga Masuk 20 Kampus Paling Berkelanjutan di Dunia 2026
Ranking Kampus

Universitas Airlangga Masuk 20 Kampus Paling Berkelanjutan di Dunia 2026

Unair jadi satu-satunya wakil Indonesia dalam daftar 20 besar dari THE Sustainability Impact Rankings 2026.

By Agnes Yonatan (Penulis Utama)26 Agustus 20264 Menit Baca128 Dilihat0 Komentar
Universitas Airlangga Masuk 20 Kampus Paling Berkelanjutan di Dunia 2026

Keberhasilan sebuah perguruan tinggi kini tidak lagi hanya diukur dari kualitas pengajaran, jumlah publikasi ilmiah, atau reputasi akademiknya. Semakin banyak lembaga pemeringkatan dunia yang turut menilai kontribusi kampus dalam menyelesaikan berbagai persoalan global, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga aksi menghadapi perubahan iklim.

Salah satunya adalah THE Sustainability Impact Rankings 2026 yang dirilis oleh lembaga pemeringkatan internasional Times Higher Education (THE). Sebelumnya dikenal sebagai THE Impact Rankings, pemeringkatan ini menilai sejauh mana perguruan tinggi berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada edisi 2026, sebanyak 1.646 universitas dari 116 negara dan wilayah ikut dievaluasi. Berbeda dengan pemeringkatan akademik pada umumnya, THE Sustainability Impact Rankings tidak hanya melihat kualitas riset atau reputasi institusi, tetapi juga mengukur bagaimana universitas menerapkan prinsip keberlanjutan melalui pendidikan, penelitian, tata kelola, serta pengabdian kepada masyarakat.

Dalam daftar 20 besar dunia, Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menjadi satu-satunya wakil Indonesia. Kampus yang bermarkas di Surabaya tersebut menempati peringkat ke-15 dunia, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam pemeringkatan keberlanjutan versi THE.

Sementara itu, kawasan Asia juga menunjukkan performa yang kuat. Malaysia berhasil menempatkan dua universitas di jajaran 10 besar dunia, yakni Universiti Sains Malaysia di posisi kelima dan Universiti Kebangsaan Malaysia di posisi ketujuh. Kehadiran sejumlah kampus dari Asia menunjukkan bahwa isu keberlanjutan semakin menjadi perhatian utama perguruan tinggi di kawasan ini.

Baca Juga: 7 PTN dengan Fakultas Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, UI Pimpin Daftar

Tidak Sekadar Prestasi Akademik, Kampus Dinilai dari Kontribusinya terhadap SDGs

THE Sustainability Impact Rankings menggunakan kerangka 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sebagai dasar penilaian. Seluruh tujuan tersebut dievaluasi secara individual, kemudian digabungkan untuk menghasilkan skor keseluruhan setiap universitas.

Ke-17 tujuan tersebut mencakup berbagai aspek pembangunan, mulai dari pengentasan kemiskinan, penghapusan kelaparan, kesehatan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, akses air bersih, energi terjangkau, pertumbuhan ekonomi, inovasi, pengurangan kesenjangan, pembangunan kota berkelanjutan, konsumsi yang bertanggung jawab, aksi iklim, pelestarian ekosistem laut dan darat, perdamaian, hingga kemitraan global.

Berbeda dengan pemeringkatan universitas yang berorientasi pada reputasi akademik, sistem penilaian THE lebih menitikberatkan pada dampak nyata yang dihasilkan institusi pendidikan terhadap masyarakat dan lingkungan.

Artinya, kampus tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan berkualitas atau publikasi ilmiah bereputasi internasional, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan global melalui riset, inovasi, kebijakan internal, maupun program pemberdayaan masyarakat.

Empat Indikator Penilaian

Untuk mengukur kontribusi tersebut, THE menggunakan empat aspek utama dalam proses evaluasi.

Pertama adalah penelitian (research). Universitas dinilai berdasarkan kualitas dan jumlah riset yang relevan dengan isu-isu keberlanjutan. Semakin besar kontribusi penelitian terhadap penyelesaian persoalan global, semakin tinggi pula nilai yang diperoleh.

Aspek kedua adalah pengelolaan (stewardship). Penilaian tidak hanya mencakup pengelolaan fasilitas kampus, tetapi juga kebijakan institusi terhadap dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta tata kelola organisasi yang mendukung prinsip keberlanjutan.

Selanjutnya terdapat aspek jangkauan (outreach). Kriteria ini melihat bagaimana perguruan tinggi berkolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, dunia usaha, maupun organisasi internasional dalam menjalankan berbagai program yang memberikan manfaat sosial dan lingkungan.

Sementara aspek terakhir adalah pengajaran (teaching). Kampus dinilai dari kemampuannya mengintegrasikan konsep keberlanjutan ke dalam proses pembelajaran sehingga lulusannya memiliki kompetensi sekaligus kesadaran untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.

Pada pemeringkatan tahun ini, University of Manchester dari Inggris menempati posisi pertama sebagai universitas paling berkelanjutan di dunia. Posisi berikutnya ditempati Griffith University dan Western Sydney University dari Australia.

Keberhasilan Universitas Airlangga masuk dalam jajaran 20 besar dunia menunjukkan bahwa perguruan tinggi Indonesia semakin mampu bersaing di tingkat internasional, tidak hanya melalui prestasi akademik, tetapi juga melalui kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan.

Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu lingkungan, perubahan iklim, hingga pembangunan yang inklusif, pemeringkatan seperti THE Sustainability Impact Rankings menjadi pengingat bahwa peran perguruan tinggi kini semakin luas. Kampus bukan hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga agen perubahan yang diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai tantangan global sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Baca Juga: 8 Kampus Swasta Indonesia Berhasil Masuk Daftar Kampus Terbaik Dunia Versi QS WUR 2026!

A

Penulis: Agnes Yonatan (Penulis Utama)

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Nasional

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi

Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

13 jam lalu40 views
Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Inspirasi

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo

Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

13 jam lalu42 views
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Nasional

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ

Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

13 jam lalu32 views
UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Inspirasi

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah

Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

2 hari lalu154 views