Kamus Mahasiswa Logo
Beranda/Inspirasi/Ubah Minyak Jelantah Jadi Listrik, Inovasi Siswa MAN 19 Jakarta Selatan Hingga Juara Kompetisi Nasional
Inspirasi

Ubah Minyak Jelantah Jadi Listrik, Inovasi Siswa MAN 19 Jakarta Selatan Hingga Juara Kompetisi Nasional

Minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang begitu saja, kini disulap menjadi sumber energi listrik oleh sekelompok siswa dari MAN 19 Jakarta Selatan. Mereka

By Widiyanto26 Agustus 20263 Menit Baca465 Dilihat0 Komentar
Ubah Minyak Jelantah Jadi Listrik, Inovasi Siswa MAN 19 Jakarta Selatan Hingga Juara Kompetisi Nasional

Minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang begitu saja, kini disulap menjadi sumber energi listrik oleh sekelompok siswa dari MAN 19 Jakarta Selatan. Mereka adalah Alan Hermawan, Athar Narendra Wijaya, Muhammad Nayaka Arya Ganendra, Syaulia Kamila, dan Qnanthi Aysha Karinnina yang tergabung dalam tim AAAAQ Research 19.

Inovasi ini lahir dari permasalahan sederhana di lingkungan sekolah. Suatu ketika, lampu di kelas mereka mendadak padam saat jam pelajaran berlangsung. Hal tersebut disebabkan oleh beban listrik yang berlebihan akibat penggunaan stop kontak untuk mengisi daya ponsel dan menyalakan kipas portable.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan di benak mereka, apakah ada cara untuk menghasilkan energi listrik tanpa membebani jaringan sekolah.

Baca juga: Mahasiswa UGM Kembangkan AI Kesehatan Mental, Raih Juara Dunia dengan Hadiah Rp4 Miliar

Di sisi lain, mereka juga menyadari fenomena lain yang sering terjadi di kantin dan rumah, yakni banyaknya minyak goreng bekas yang langsung dibuang setelah digunakan. Dua permasalahan ini kemudian menjadi dasar lahirnya ide program Mistik (Minyak Jadi Listrik).

“Saya berpikir minyak yang selama ini dibuang sangat sayang jika tidak dimanfaatkan. Dari situ kami mulai mencari cara paling sederhana untuk memanfaatkannya,” kata salah satu anggota tim dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).

Dalam pengembangannya, tim mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Panas yang dihasilkan dari lilin tersebut kemudian dikonversi menjadi energi listrik menggunakan modul Thermoelectric Generator (TEG).

Namun, perjalanan mereka tidak berjalan mulus. Berbagai tantangan harus dihadapi, mulai dari:

  • Menentukan komposisi lilin yang tepat
  • Menjaga kestabilan panas
  • Menyesuaikan rangkaian TEG agar menghasilkan daya optimal
  • Mengatasi percobaan awal yang gagal atau menghasilkan arus sangat kecil

Baca juga: Kalahkan Korea Selatan Hingga China, Inovasi Blockchain Antar Dua Mahasiswa Unair Juara ASIAN Young Leader Forum di Vietnam

Beberapa percobaan bahkan tidak menghasilkan listrik sama sekali. Meski demikian, mereka tetap melanjutkan penelitian dengan dukungan dari orang tua dan guru.

Keberhasilan pertama mereka terjadi saat prototipe alat berhasil digunakan untuk mengisi daya perangkat kecil.

“Saat itu kami baru merasa proyek ini nyata, bukan sekadar ide di kertas,” jelas tim MAN 19 Jakarta.

Momen tersebut menjadi titik balik yang memperkuat keyakinan mereka terhadap potensi inovasi ini.

Melalui program Mistik, para siswa mulai melihat minyak jelantah dari perspektif yang berbeda. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif.

Mereka juga menyadari bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga dapat berkontribusi pada solusi energi berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Sosok Abdurrahman Fawwaz Mahasiswa Teknik Kimia UNDIP, Gabungkan Sains dan Al-Quran Hingga Juara MTQMN

Inovasi ini kemudian didaftarkan dalam ajang ASRI Awards 2025 dan berhasil meraih penghargaan The Most Sustainable Idea. Dalam kompetisi tersebut, tim juga mendapatkan berbagai masukan penting, terutama terkait:

  • Peningkatan keamanan lilin
  • Efisiensi konversi energi
  • Pengembangan alat agar lebih optimal

Selain itu, interaksi dengan peserta lain membuka wawasan mereka bahwa permasalahan serupa juga terjadi di banyak tempat, sehingga solusi pengelolaan limbah menjadi semakin relevan untuk diterapkan secara luas.

Program Mistik menjadi bukti bahwa inovasi besar dapat berawal dari permasalahan sederhana di sekitar. Dengan kreativitas dan ketekunan, limbah minyak jelantah dapat diubah menjadi sumber energi alternatif yang bermanfaat.

Inisiatif ini juga menegaskan pentingnya menanamkan kesadaran pengelolaan lingkungan sejak dini, sekaligus mendorong generasi muda untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan masa depan.

W

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Nasional

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi

Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

13 jam lalu40 views
Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Inspirasi

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo

Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

13 jam lalu42 views
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Nasional

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ

Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

13 jam lalu32 views
UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Inspirasi

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah

Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

2 hari lalu154 views