Kamus Mahasiswa Logo
Beranda/Prestasi Mahasiswa/Tiga Mahasiswi ITB Ciptakan Kosmetik Alami yang Bikin Make-up Tahan Lama dan Anti Nyamuk
Prestasi Mahasiswa

Tiga Mahasiswi ITB Ciptakan Kosmetik Alami yang Bikin Make-up Tahan Lama dan Anti Nyamuk

Tiga mahasiswi Program Studi Rekayasa Kehutanan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati-Rekayasa (SITH-R) berhasil meraih juara 3 karya tulis ilmiah dalam ajang Nat

By Widiyanto26 Agustus 20262 Menit Baca371 Dilihat0 Komentar
Tiga Mahasiswi ITB Ciptakan Kosmetik Alami yang Bikin Make-up Tahan Lama dan Anti Nyamuk

Tiga mahasiswi Program Studi Rekayasa Kehutanan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati-Rekayasa (SITH-R) berhasil meraih juara 3 karya tulis ilmiah dalam ajang National Chemistry Fair 2026. Ketiganya tergabung dalam “Cybellé Team” yang terdiri atas Cindi Yorensa, Angel Byanca Hariandja, dan Aimee Andina Rizki.

Dalam kompetisi tersebut, tim menghadirkan inovasi setting spray 3-in-1 berbahan dasar alami Melaleuca alternifolia. Produk tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan daya tahan make-up dan skincare, tetapi juga memberikan perlindungan dari nyamuk.

Kompetisi bertema “Chemistry for Sustainable Beauty: Inovasi Ramah Lingkungan dalam Formulasi Kosmetik yang Aman dan Modern” ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta pada Minggu (26/4/2026).

Baca juga: Firoos, Siswa SMP Subang yang Temukan Bug NASA dan Masuk Hall of Fame NASA Dapat Penghargaan dari BRIN

Dalam pengembangan produknya, Cybellé Team menerapkan konsep zero waste melalui penggunaan kemasan yang dapat digunakan ulang. Selain itu, bahan alami yang digunakan dinilai mampu meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berisiko.

“Harapannya produk kami bisa dikembangkan dan disempurnakan, bahkan dipasarkan kalau bisa, jika ada waktu dan kesempatan. Tentu harus belajar lebih giat lagi,” ujar Cindi.

Tim mengungkapkan bahwa keberhasilan mereka tidak terlepas dari kemampuan manajemen waktu dan kerja sama tim di tengah kesibukan akademik maupun nonakademik. Mereka juga memandang kompetisi sebagai wadah untuk berkembang sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan di sekitar.

Baca juga: Aqila Nasyawari Syaikha Mahasiswa UGM Harumkan Nama Indonesia Lewat 5 Prestasi di Singapura dan Malaysia

Raihan prestasi tersebut juga didukung oleh lingkungan akademik yang suportif. Dosen pembimbing mereka, Anca Awal Sembada, S.T., M.Si., Ph.D., turut mendampingi proses penyusunan karya tulis ilmiah dengan memberikan arahan, kritik, serta saran yang konstruktif.

Cybellé Team turut memberikan pesan kepada mahasiswa lainnya agar berani menciptakan dampak nyata melalui ilmu yang dimiliki.

“Jangan pernah takut untuk mencoba suatu hal baru, karena dari percobaan pertama itulah kita bisa belajar dan mengembangkannya menjadi sesuatu yang lebih baik,” ujar Angel.

W

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Nasional

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi

Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

13 jam lalu40 views
Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Inspirasi

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo

Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

13 jam lalu42 views
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Nasional

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ

Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

13 jam lalu31 views
UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Inspirasi

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah

Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

2 hari lalu154 views