Kamus Mahasiswa Logo
Beranda/Inspirasi/Siswa MAN 2 Kota Batam Bawa Inovasi Budaya Melayu ke Ajang Internasional
Inspirasi

Siswa MAN 2 Kota Batam Bawa Inovasi Budaya Melayu ke Ajang Internasional

Muhammad Ihsan dan Salwa Adnindya jadi delegasi Lomba Esai di 4th International Youth Conference (IYC) & 2nd Global Youth Summit (GYS) yang berlangsung di kawasan Malaysia-Singapura pada tanggal 27–28 Juni 2026.

By Silmi Hakiki26 Agustus 20262 Menit Baca94 Dilihat0 Komentar
Siswa MAN 2 Kota Batam Bawa Inovasi Budaya Melayu ke Ajang Internasional

Semangat berprestasi di kancah dunia ditunjukkan oleh dua siswa terbaik kelas 11 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Batam, Muhammad Ihsan dan Salwa Adnindya. Mereka tengah berjuang membawa nama baik madrasah dan Indonesia dalam Lomba Esai di ajang bergengsi 4th International Youth Conference (IYC) & 2nd Global Youth Summit (GYS) yang berlangsung di kawasan Malaysia-Singapura pada tanggal 27–28 Juni 2026.

Dalam forum global yang diikuti oleh pemuda dari berbagai negara tersebut, Ihsan dan Salwa tampil percaya diri mempresentasikan poster inovasi ilmiah mereka yang berjudul "MelayuLens: Augmented Reality as a Strategy to Strengthen the Identity of Local Wisdom of Malay Culture in Batam City". Ide brilian ini mengombinasikan teknologi modern Augmented Reality (AR) dengan upaya pelestarian budaya Melayu di Kota Batam agar tetap relevan bagi generasi muda.

Keberhasilan mereka menembus panggung internasional mendapat apresiasi tinggi dari Kepala MAN 2 Kota Batam, Eka Nopriyandri, memberikan pesan motivasi bahwa kompetisi ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan wadah berharga untuk menguji kemampuan intelektual, memperluas cakrawala, serta membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing di level global. Beliau juga mengingatkan agar mereka tampil percaya diri dan menjaga nama baik bangsa serta madrasah.

Keikutsertaan dalam ajang internasional ini menjadi bukti nyata konsistensi MAN 2 Kota Batam dalam memfasilitasi siswanya untuk berkembang dan bersaing secara global tanpa melupakan akar budaya lokal. Semoga perjuangan Muhammad Ihsan dan Salwa Adnindya membuahkan hasil terbaik dan mampu menginspirasi seluruh siswa lainnya.

Baca Juga: Kisah Aulia Rizki, Anak Desa Lhokseumawe Peraih Double Degree Lewat Beasiswa BIB Kemenag

S

Penulis: Silmi Hakiki

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Nasional

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi

Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

13 jam lalu40 views
Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Inspirasi

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo

Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

13 jam lalu42 views
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Nasional

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ

Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

13 jam lalu31 views
UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Inspirasi

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah

Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

2 hari lalu154 views