Dari Lapangan Tenis ke Bank Indonesia, Destry Damayanti Diusulkan Jadi Gubernur BI
Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Penjabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, sebagai calon Gubernur BI definitif.

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Penjabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, sebagai calon Gubernur BI definitif. Nama Destry disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Senin (10/8/2026).
Prasetyo menyebut hanya ada satu nama yang diajukan oleh Presiden, yakni Destry yang saat ini masih menjabat sebagai Penjabat Gubernur BI Sementara.
Destry sebelumnya ditunjuk sebagai Pjs Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya pada 27 Juli 2026.
Baca Juga: Beasiswa Chevening 2027 Resmi Dibuka, Bisa Kuliah S2 di Inggris Tanpa Batas Usia
Pernah Jadi Atlet Tenis Berprestasi
Sebelum meniti karier di dunia ekonomi dan perbankan, Destry memiliki pengalaman sebagai atlet tenis. Ekonom kelahiran Jakarta pada 1963 tersebut bahkan pernah mengikuti sejumlah ajang olahraga multievent, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) dan SEA Games.
Kecintaannya terhadap tenis bermula dari prestasi yang diraihnya sejak usia muda. Namun, ketika memasuki masa SMA dan mulai memikirkan jenjang pendidikan berikutnya, Destry dihadapkan pada pilihan antara meneruskan karier sebagai atlet atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ia akhirnya memilih untuk menempuh pendidikan tinggi. Setelah lulus SMA, Destry sempat mengikuti sejumlah turnamen tenis sebelum akhirnya memutuskan mendaftar kuliah sekitar tiga bulan sebelum seleksi penerimaan mahasiswa baru yang saat itu dikenal sebagai Sipenmaru.
Memilih Ekonomi dan Melanjutkan ke Cornell
Dalam waktu yang relatif singkat, Destry mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) menjadi satu-satunya pilihan yang ia ambil. Ia kemudian berhasil lolos dan mulai menjadi mahasiswa FE UI pada 1983.
Selama kuliah, Destry semakin tertarik pada ilmu ekonomi. Ia juga mendapat kesempatan belajar dari sejumlah dosen yang dinilainya memiliki kompetensi tinggi, termasuk Emil Salim. Ia mengaku memperoleh nilai A, terutama dalam mata kuliah yang berkaitan dengan ekonomi makro.
Selain menjalani perkuliahan, Destry juga aktif sebagai asisten dosen dan asisten peneliti dalam program Harvard Institute for International Development (HIID) di Kementerian Keuangan.
Setelah menyelesaikan pendidikan di UI pada 1989, Destry melanjutkan studi ke Cornell University, Amerika Serikat. Pendidikan tersebut ditempuh melalui beasiswa dari Kementerian Keuangan dengan mengambil jurusan Regional Science.
Menapaki Karier di Dunia Ekonomi
Sepulang dari Amerika Serikat, Destry sempat bekerja di Kementerian Keuangan sebelum kemudian beralih menjadi ekonom di sebuah bank swasta.
Kariernya terus berkembang hingga ia dipercaya sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015. Pada periode 2014-2015, ia juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN.
Setelah itu, Destry menjadi Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015-2019.
Menjadi Deputi Gubernur Senior BI
Perjalanan Destry di Bank Indonesia berlanjut ketika ia resmi ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI melalui Keputusan Presiden RI No.74/P Tahun 2019 tertanggal 29 Juli 2019.
Ia menjabat untuk periode 2019-2024 dan kemudian kembali melanjutkan posisi tersebut untuk periode 2024-2029.
Kini, setelah dipercaya menjalankan tugas sebagai Penjabat Sementara Gubernur BI, nama Destry kembali diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada DPR sebagai calon Gubernur BI definitif.
Baca Juga: Beasiswa BPI 2026 untuk Guru dan Calon Guru Dibuka, Kuliah D4/S1 Dibiayai Pemerintah
Penulis: Agnes Yonatan (Penulis Utama)
Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.
Komentar Pengunjung (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

