Kamus Mahasiswa Logo
Beranda/Trending/Anggaran Pendidikan 2026 Dipangkas Rp 4,56 Triliun, Demi Dukung Program Presiden
Trending

Anggaran Pendidikan 2026 Dipangkas Rp 4,56 Triliun, Demi Dukung Program Presiden

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan pagu alokasi anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)

By Widiyanto26 Agustus 20263 Menit Baca628 Dilihat0 Komentar
Anggaran Pendidikan 2026 Dipangkas Rp 4,56 Triliun, Demi Dukung Program Presiden

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan pagu alokasi anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk tahun anggaran 2026. Pada tahap awal, kementerian tersebut memperoleh anggaran sebesar Rp 56,68 triliun.

“Dalam DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) awal, Kemendikdasmen mendapatkan anggaran sebesar Rp 56,68 triliun,” kata Abdul Mu'ti dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube TVR Parlemen, Rabu (21/1/2026).

Namun demikian, pada 31 Oktober 2025, Kemendikdasmen menerima Surat Menteri Keuangan Nomor S-687/MK.03/2025 mengenai Penguatan Dukungan Pelaksanaan Prioritas Direktif Presiden Tahun Anggaran 2026. Surat tersebut mengamanatkan adanya pergeseran anggaran atau efisiensi di lingkungan Kemendikdasmen.

“Kemendikdasmen diarahkan untuk melakukan efisiensi sebesar Rp 4,56 triliun dalam mendukung program direktif (arahan langsung) Presiden, sehingga pagu anggaran Kemendikdasmen yang dapat dimanfaatkan menjadi sebesar Rp 52,12 triliun,” sambung Menteri Mu'ti.

Efisiensi tersebut berdampak pada seluruh program dan unit utama di lingkungan Kemendikdasmen. Berikut rincian anggaran setelah penyesuaian.

Rincian Anggaran Kemendikdasmen 2026 per Program

  1. Wajib Belajar 13 Tahun
    Pagu awal: Rp 27,29 triliun
    Efisiensi: Rp 708,47 miliar
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 26,581 triliun
  2. Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran
    Pagu awal: Rp 21,155 triliun
    Efisiensi: Rp 2,318 triliun
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 18,836 triliun
  3. Pendidikan dan Pelatihan Vokasi
    Pagu awal: Rp 3,21 triliun
    Efisiensi: Rp 355,896 miliar
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 2,854 triliun
  4. Pembangunan Kebahasaan dan Kesastraan
    Pagu awal: Rp 198,217 miliar
    Efisiensi: Rp 79,601 miliar
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 118,616 miliar
  5. Dukungan Manajemen
    Pagu awal: Rp 4,827 triliun
    Efisiensi: Rp 1,097 triliun
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 3,729 triliun

Rincian Anggaran Kemendikdasmen 2026 per Unit Utama

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti saat menghadiri peresmian UNMUH OKU Timur (Dok. ANTARA/Edo Purmana)
  1. Sekretariat Jenderal
    Pagu awal: Rp 31,118 triliun
    Efisiensi: Rp 962,930 miliar
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 30,155 triliun
  2. Inspektorat Jenderal
    Pagu awal: Rp 129,594 miliar
    Efisiensi: Rp 41,904 miliar
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 87,690 miliar
  3. Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru
    Pagu awal: Rp 4,157 triliun
    Efisiensi: Rp 1,123 triliun
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 3,033 triliun
  4. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
    Pagu awal: Rp 14,791 triliun
    Efisiensi: Rp 1,322 triliun
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 13,468 triliun
  5. Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus
    Pagu awal: Rp 4,570 triliun
    Efisiensi: Rp 603,243 miliar
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 3,967 triliun
  6. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
    Pagu awal: Rp 1,234 triliun
    Efisiensi: Rp 332,35 miliar
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 902,395 miliar
  7. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
    Pagu awal: Rp 680,342 miliar
    Efisiensi: Rp 174,252 miliar
    Total pagu yang dapat dimanfaatkan: Rp 506,089 miliar

Penyesuaian anggaran tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan Kemendikdasmen terhadap pelaksanaan prioritas direktif Presiden pada tahun anggaran 2026, dengan tetap menjaga keberlanjutan program pendidikan dasar dan menengah secara nasional.

W

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Nasional

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi

Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

13 jam lalu40 views
Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Inspirasi

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo

Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

13 jam lalu40 views
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Nasional

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ

Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

13 jam lalu30 views
UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Inspirasi

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah

Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

2 hari lalu152 views