Kamus Mahasiswa Logo
Beranda/Berita Kampus/10 Jurusan UB Sepi Peminat di SNBP 2025, Prospek Kerjanya Besar
Berita Kampus

10 Jurusan UB Sepi Peminat di SNBP 2025, Prospek Kerjanya Besar

Jurusan Seni Rupa Murni UB memiliki jumlah peminat paling sedikit di SNBP 2025, dengan total 47 peminat.

By Agnes Yonatan (Penulis Utama)26 Agustus 20262 Menit Baca222 Dilihat0 Komentar
10 Jurusan UB Sepi Peminat di SNBP 2025, Prospek Kerjanya Besar

Universitas Brawijaya (UB) dikenal sebagai salah satu kampus top 10 di Indonesia dan konsisten menarik minat ribuan calon mahasiswa setiap tahun. Tak mengherankan jika seluruh jalur seleksinya berlangsung kompetitif, termasuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang memberi kesempatan masuk tanpa tes tertulis.

Pada 2026, UB membuka 85 program studi yang dapat dipilih sesuai minat peserta. Sejumlah prodi mencatat lonjakan peminat pada SNBP 2025 hingga mencapai ribuan orang. Program Studi Kedokteran, misalnya, menjadi yang paling diminati dengan total 1.456 pendaftar.

Di balik tingginya angka tersebut, terdapat pula beberapa program studi dengan jumlah peminat relatif lebih sedikit—bahkan ada yang pendaftarnya tidak sampai 50 orang. Informasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan strategis bagi calon mahasiswa yang ingin merancang peluang masuk UB sekaligus merasakan euforia RAJA Brawijaya di pertengahan tahun mendatang.

Meski demikian, label “sepi peminat” tidak serta-merta mencerminkan kualitas. Banyak program studi dengan peminat lebih sedikit justru menawarkan kekhususan bidang, prospek karier yang jelas, serta peluang berkembang yang tak kalah menjanjikan.

10 Jurusan UB Sepi Peminat di SNBP 2025

Berikut 10 jurusan UB dengan jumlah peminat relatif lebih kecil pada SNBP 2025:

  1. Seni Rupa Murni – 47 peminat
  2. Bahasa dan Sastra Prancis – 73 peminat
  3. Fisika – 94 peminat
  4. Sosial Ekonomi Perikanan (Kediri) – 96 peminat
  5. Instrumentasi – 109 peminat
  6. Akuakultur (Kediri) – 109 peminat
  7. Pendidikan Bahasa Jepang – 109 peminat
  8. Manajemen Sumberdaya Perikanan – 119 peminat
  9. Budidaya Perairan – 142 peminat
  10. Agrobisnis Perikanan – 144 peminat

Daftar ini dapat menjadi referensi awal dalam menyusun strategi SNBP 2026. Namun, keputusan akhir tetap perlu berpijak pada minat, kesiapan akademik, serta rencana karier jangka panjang.

Strategi memang penting untuk meningkatkan peluang lolos seleksi. Meski begitu, memilih jurusan yang selaras dengan passion akan membuat proses perkuliahan terasa lebih optimal, dijalani dengan lebih antusias, dan meminimalkan risiko munculnya perasaan “salah jurusan” di kemudian hari.

A

Penulis: Agnes Yonatan (Penulis Utama)

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Nasional

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi

Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

13 jam lalu40 views
Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Inspirasi

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo

Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

13 jam lalu40 views
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Nasional

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ

Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

13 jam lalu30 views
UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Inspirasi

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah

Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

2 hari lalu152 views